Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Mei 2010

Boston Consulting Group PT Panasonic Gobel Indonesia

  • Pengertian Boston Consulting Group (BCG)

Boston Consulting Group (BCG) adalah perusahaan konsultan manajemen swasta yang berbasis di Boston, ini merupakan pertumbuhan pangsa pasar yang dikembangkan dan dipopulerkan oleh seorang manajemen konsultan terkemuka.

Metode analisis Boston Consulting Group (BCG) merupakan metode yang digunakan dalam menyusun suatu perencanaan unit bisnis strategic dengan melakukan pengklasifikasian terhadap potensi keuntungan perusahaan (Kotler, 2002).


  • Matriks Boston Consulting Group (BCG)

Matriks BCG adalah perangkat strategi untuk memberi pedoman pada keputusan alokasi sumber daya berdasarkan pangsa pasar. Matriks BCG merupakan empat kelompok bisnis, yaitu :

  1. Bintang (Star) mewakili peluang jangka panjang terbaik untuk pertumbuhan dan profitabilitas bagi organisasi.
  2. Tanda tanya (Question Mark) memiliki posisi pangsa pasar relatif yang rendah, tetapi mereka bersaing dalam industri yang bertumbuh pesat.
  3. Sapi perah (Cash Cow) memiliki pangsa pasar relatif yang tinggi tetapi bersaing dalam industri yang pertumbuhannya lambat.
  4. Anjing (Dog) dari organisasi memiliki pangsa pasar relatif yang rendah dan bersaing dalam industri yang pertumbuhannya rendah atau tidak tumbuh.

  • Analisis Boston Consulting Group (BCG) pada PT. Panasonic Gobel Indonesia

PT. Panasonic Gobel Indonesia (PGI) melakukan kegiatan penjualan dan purna jual kepada para konsumen di Indonesia. Konsentrasi PGI terletak pada produk-produk ‘consumer electronic’ yang terdiri dari 2 kategori besar, yaitu Digital AV dan Home Appliances.

Sesuai diagram BCG Matrix, Digital AV dianggap sebagai Question Mark karena memiliki posisi pangsa pasar relatif yang rendah, tetapi mereka bersaing dalam industri yang bertumbuh pesat, sedangkan Home Appliances dianggap sebagai Cash cows karena memiliki pangsa pasar relatif yang tinggi tetapi bersaing dalam industri yang pertumbuhannya lambat.

Pada Digital AV berada pada posisi Question Mark, PT. Panasonic Gobel Indonesia dapat memilih untuk melakukan strategi seperti organisasi harus memutuskan apakah akan memperkuat divisi ini dengan menjalankan strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar, atau pengembangan produk) atau menjualnya. Sedangkan pada Home Appliances berada pada posisi Cash Cows, yaitu PT. Panasonic Gobel Indonesia dapat memilih untuk melakukan strategi seperti dapat mencoba melakukan strategi product development atau concentric diversification.









Minggu, 18 April 2010

Analisis Kasus PT Panasonic Gobel Indonesia

Pesan dari Direktur HRS PGI

Istiqlal Taufik Sy
Direktur Human Resources Services (HRS)
PT. Panasonic Gobel Indonesia

Selamat datang putra-putri terbaik Indonesia.

Sebagai sales company, PT Panasonic Gobel Indonesia (PGI) merupakan bagian dari keluarga besar Panasonic Global yang selalu berupaya dalam memperkaya hidup dan berkontribusi kepada masyarakat secara berkesinambungan dengan slogannya “ideas for life”. Lewat slogan ini kemudian lahir berbagai ide inovatif dan pemikiran-pemikiran berharga yang mendukung tujuan kami yakni membina manusia sebelum produk.

Dengan semangat ini, divisi Human Resources Services (HRS) PGI berupaya maksimal dalam mempersiapkan dan mengembangkan para karyawannya untuk meraih tujuan Panasonic sebagai “the brand of choice” dengan Sumber Daya Manusianya yang merupakan “the employees of choice”. Kami sadar, visi ini merupakan tugas setiap individu yang berada di PGI untuk menjaga reputasi Panasonic sebagai brand yang memiliki kualitas produk yang tinggi dan terbaik. Kami selalu melangkah maju untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Tentunya dengan mengedepankan Sumber Daya Manusia sebagai elemen terpenting dalam menciptakan dan menerapkan semangat untuk menang agar meraih hasil yang maksimal.

Dalam aktivitasnya, divisi HRS mengembangkan sumber daya manusia seiring dengan pengaplikasian proses “business alignment”, dimana business plan diterjemahkan ke segala lapisan dalam organisasi kami agar visi/misi perusahaan dan karyawan dapat sejalan. Untuk mempererat hubungan karyawan dengan perusahaan (engagement), kami memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para karyawan kami dan menciptakan kondisi kerja yang kondusif. Untuk meningkatkan kompetensi profesional dari karyawan, kami selalu berusaha memberikan support berupa program in house, in country maupun overseas training agar mereka mampu (enablement) untuk menggali potensi diri mereka. Semua gagasan ini kami terapkan di organisasi kami dengan adanya komunikasi yang tidak terputus melalui berbagai media. Secara singkatnya divisi HRS kami memiliki 4 landasan di organisasi yakni Alignment, Engagement, Enablement, dan Communication yang sesuai dengan Matsushita Business Principles.

Kami sangat menyadari akan tanggung jawab kami kepada masyarakat dan untuk itu kami mengerahkan segenap upaya kami untuk perkembangan manusia di perusahaan kami dan masyarakat, untuk mencapai keseimbangan kualitas hidup.

Sekali lagi, selamat datang di Keluarga Besar Panasonic Indonesia.

Hasil Analisis :

PT Panasonic Gobel Indonesia dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia sudah terbilang cukup membanggakan. Dalam visinya divisi Human Resources Services (HRS) PGI berupaya maksimal dalam mempersiapkan dan mengembangkan para karyawannya untuk meraih tujuan Panasonic sebagai “the brand of choice” dengan Sumber Daya Manusianya yang merupakan “the employees of choice”.Serta memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para karyawan dan menciptakan kondisi kerja yang kondusif. Tentunya visi ini harus dilanjutkan untuk dapat lebih maju dari ini.

Jumat, 26 Maret 2010

Analisis Lima kekuatan M Porter pada PT Panasonic Gobel Indonesia

A. Landasan Teori

Sebuah industri adalah sekelompok perusahaan yang memproduksi produk-produk yang dapat saling menggantikan. Dalam lingkungan persaingan, perusahaan-perusahaan ini saling mempengaruhi. Biasanya, industri-industri mencakup kekayaan bauran dari strategi-strategi kompetitif yang digunakan perusahaan untuk mendapatkan daya saing strategis dan laba di atas rata-rata.

Didalam teori persaingan kita mengenal ada suatu teori dari Michael Porter yg sangat terkenal pada saat menganalisis persaingan atau competition analysis. Teori tersebut sangat sangat terkenal dengan istilah Porter Five Forces Model. Intinya sebenarnya Porter menilai bahwa perusahaan secara nyata tidak hanya bersaing dengan perusahaan yang ada dalam industri saat ini…. Kita biasanya hanya menganalisis siapa pesaing langsung kita dan akhirnya kita terjebak dalam ”competitor oriented ” , sehingga tidak mempunyai visi pasar yang jelas. Dalam five forces model digambarkan bahwa kita juga bersaing dengan pesaing potensial kita, yaitu mereka yang akan masuk, para pemasok atau suplier,para pembeli atau konsumen, dan produsen produk-produk pengganti. Dengan demikian. kita harus mengetahui bahwa ada lima kekuatan yg menentukan karakteristik suatu industri yaitu intensitas persaingan antar pemain yg ada saat ini, ancaman masuk pendatang baru, kekuatan tawar menawar pemasok, kekuatan tawar pembeli, dan ancaman produk pengganti.

Michael Eugene Porter (lahir 1947) adalah pengajar di Sekolah Bisnis Universitas Harvard dengan keahlian utama di bidang manajemen strategis dan keunggulan kompetitif perusahaan. Ia telah menulis berbagai buku dan artikel tentang manajemen dan antara lain dikenal dengan teori analisis lima kekuatan Porter-nya (Porter five forces analysis).

Sebenarnya ada kekuatan lain yg sangat penting yaitu kekuatan regulatif yg dimiliki pemerintah. Kekuatan tersebut bukan menjadi kekuatan keenam tetapi sebagai kekuatan yg mempengaruhi kelima kekkuatan lainnya. Coba kita lihat satu demi satu kelima kekuatan tsb:

• Yang pertama, ancaman masuk dari pendatang baru, kekuatan ini biasanya dpengaruhi besar kecilnya hambatan masuk ke dalam industri. Hambatan masuk kedalam industri itu contohnya antara lain : besarnya biaya investasi yang dibutuhkan, perijinan ,akses terhadap bahan mentah, akses terhadap saluran distribusi, ekuitas merek dan masih banyak lagi. Biasanya semakin tinggi hambatan masuk , semakin rendah ancaman yg masuk dari pendatang baru.

• Yang kedua adalah kekuatan tawar pemasok atau supplier. Biasanya sedikit jumlah pemasok, semakin penting produk yang dipasok, dan semakin kuat posisi tawarnya.

• Demikian juga dgn kekuatan ketiga yaitu kekuatan tawar pembeli ,dimana kita bisa melihat bahwa semakin besar pembelian, semakin banyak pilihan yang tersedia bagi pembeli dan pada umumnya akan membuat posisi pembeli semakin kuat.

• Kekuatan keempat adalah soal produk –produk substitusi, seberapa banyak produk substitusi di pasar??. Ketersedian produk substitusi yg banyak akan membatasi keleluasaan pemain dalam industri untuk menentukan harga jual produk.

• Kekuatan kelima atau yang terakhir yang biasanya menjadi fokus para pemasar adalah masalah intensitas rivalitas antar pemain dalam industri. Biasanya intensitas persaingan itu dipengaruhi banyak faktor, misalnya struktur biaya produk. Misalnya kalau semakin besar porsi biaya tetap dlm struktur biaya , maka semakin tinggi intensitas persaingan. Mengapa?? Karena setiap penjual memiliki tingkat break even point yang tinggi sehingga biasanya.. harus menjual produk dalam jumlah yang besar, dan bila perlu dilakukan banting harga agar bisa mencapai tingkat break even tersebut.

B. Analisis terhadap PT Panasonic Gobel Indonesia.

• Ancaman masuk dari pendatang baru
a. Pendatang baru perusahaan elektronik yaitu: Matsunichi, Nanotec, dll.
b. Manajemen Strategi yang dilakukan:
- Mempertahankan Loyalitas Perusahaan kepada para Konsumen
- Tetap menjadikan produk eloktronik yang terbaik

• Kekuatan posisi tawar pemasok
a. Karena Panasonic Corporation yang berpusat di Osaka, Jepang. Para pemasok Panasonic tentunya tidak berasal dari dalam saja, melainkan dari luar.
b. Manajemen Strategi yang dilakukan:
Panasonic Indonesia harus mempunyai hubungan yang baik dengan para Pemasok, baik di luar maupun di dalam.

• Kekuatan posisi tawar pembeli
a. Para pembeli produk Panasonic diantaranya konsumen awam, pebisnis dan industri .
b. Manajemen Strategi yang dilakukan:
- Produk berkualitas dan memuaskan para konsumen.
- Memberikan kontribusi usaha atau Corporate Social Responsibility (CSR) melalui berbagai kegiatan dan donasi.
- Program pemberian beasiswa tanpa ikatan dinas apapun bagi mahasiswa-mahasiswi yang berprestasi di negeri ini untuk melanjutkan program studi pasca sarjana (S2) di universitas- universitas terkemuka di Jepang. Panasonic Scholarship (PS).
- Menyelenggaraan Panasonic Awards
- Harga bersaing
- Pemberian Service Garansi yang memuasakan
- Pelayanan yang baik
- Promosi sesuai dengan mutu
- Elektronik yang tahan lama / awet

• Ancaman produk substitusi
a. Panasonic merupakan brand elektronik yang paling terkemuka dengan sederet produknya yang inovatif, mulai dari TV plasma, Kamera, AC, Kulkas, Mesin Cuci, dan lainnya. Substitusi dari produk Panasonic tentunya masih bersifat tradisional. Misalnya produk Tv Plasma substitusinya Opera atau Drama Live, Kamera substitusinya Lukisan, AC substitusinya Kipas Sate, Kulkas substitusinya termos es, Mesin Cuci substitusinya Papan Gilasan dsb.
b. Manajemen Strategi yang dilakukan:
- Menjadikan manufaktur kelas dunia di bidang produk elektronik
- Menghasilkan produk dengan kualitas terbaik
- Menawarkan produk-produk yang akan memperkaya hidup mereka; produk-produk yang dibuat berdasarkan ide-ide segar dan inovatif.
- Terus berinovasi menciptakan produk-produk yang handal berguna dan hebat.

• Kekuatan Kompetitor
a. Samsung, Sony, LG, Sanyo, Sharp, Toshiba, Denpoo dll.
b. Manajemen Strategi yang dilakukan:
- Melakukan Inovasi Produk
- Harga yang lebih terjangkau tetapi mutu tetap
- Promosi ditingkatkan

Rabu, 17 Maret 2010

Analisis SWOT pada PT Panasonic Gobel Indonesia

A. Pengertian Analisis SWOT

Analisis SWOT adalah indentifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini di dasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesess) dan ancaman (Threats).

Proses pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan pengembangan misi, tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan. Dengan demikian perencanaan strategis (strategic planner) harus menganalisis faktor-faktor strategis perusahaan (kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman) dalam kondisi yang ada saat ini. Hal ini di sebut dengan Analisis Situasi. Model yang paling popular untuk analisis situasi adalah Analisis SWOT.





B. Analisis SWOT pada PT. Panasonic Gobel Indonesia

Strengths :

· Sampai saat ini Panasonic di Indonesia tetap merupakan brand elektronik yang paling terkemuka dengan sederet produknya yang inovatif, mulai dari TV plasma, Kamera, AC, Kulkas, Mesin Cuci, dan lainnya.
· Merupakan manufaktur kelas dunia di bidang produk elektronik, khususnya untuk kebutuhan konsumen awam, bisnis dan industri .
· Sebagai brand elektronik yang memiliki kualitas produk yang tinggi dan terbaik, dan selalu melakukan inovasi-inovasi hebat untuk produk-produknya.
· Menciptakan produk terbaik bagi para konsumennya, sebagai upaya dari melestarikan budaya kedua perusahaan yang telah diterapkan oleh para pendirinya
- Menjadikan produk elektronik pun seharusnya mudah tersedia dengan harga yang terjangkau untuk kebutuhan masyarakat banyak.

Weaknesess :

Pada saat Krisis berkepanjangan yang melanda Indonesia juga memilki dampak bagi PT Panasonic. Ekspor PT Panasonic ke pasar utamanya yaitu Timur Tengah-- menurun dari 38% menjadi 27% dari total penjualannya. Pada saat yang sama, biaya produksi melambung karena naiknya harga bahan bakar, listrik dan telepon. Menurut estimasi National Gobel, biaya produksi meningkat 3 persen setiap tahunnya, dan hal ini tidak diimbangi oleh peningkatan daya beli konsumen.

Opportunities :

· Panasonic merupakan satu-satunya brand yang menyelenggarakan Panasonic Awards yang merupakan wujud kepedulian dan penghargaan Panasonic Indonesia kepada insan pertelevisian yang telah menunjukkan dedikasi dan prestasinya bagi perkembangan pertelevisian tanah air.
· Panasonic merupakan sponsor untuk beberapa event Internasional yang memiliki tujuan sejalan dengan filosofi kami. Khususnya dalam rangka bersumbangsih kepada masyarakat dengan menyediakan teknologi yang terdepan.
· Panasonic terlibat di dalam Olimpiade sebagai Rekan Dunia IOC. Pada pesta olahraga paling akbar di dunia ini, masyarakat luas telah mengenal keterlibatan dan dukungan kami untuk pertandingan Olimpiade tersebut
· Pencak Silat yang secara rutin digelar oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia dan Panasonic adalah satu bukti akan komitmen menjaga dan melestarikan budaya bangsa

Threats :

· Pesaing utama Panasonic ada pada industri pasar televisi LCD adalah Samsung, Sharp, Sony dan masih banyak lagi
- Kompetisi intens pada pasar televisi berwarna
- Lingkungan bisnis yang sangat tidak pasti dan pasar yang semakin kompetitif
- Jika perusahaan tetap diam, akan mudah ketinggalan jaman
- Konsumen memiliki banyak pilihan.

Minggu, 28 Februari 2010

Cuaca Panas Akibat Efek Rumah Kaca





Menipisnya lapisan ozon di ruang angkasa telah mengakibatkan timbulnya efek rumah kaca, yang dampaknya telah dirasakan penduduk dunia, antara lain meningkatnya panas suhu udara dan berubahnya iklim. Kita bisa merasakan sendiri sekarang ini, hujan tiba-tiba turun, padahal, di bulan September ini menurut para ahli cuaca masih musim kemarau. Inilah salah satu bukti bahwa iklim mudah berubah-ubah.

Cuaca ekstrem panas yang sekarang ini sedang melanda sebagian wilayah Indonesia merupakan salah satu akibat dari menipisnya lapisan ozon. Dampak lainnya adalah timbulnya berbagai penyakit, diantaranya demam berdarah.

Dengan menyadari hal-hal yang sudah bisa dirasakan sebagai akibat adanya efek rumah kaca dan pemanasan global, sudah seharusnya kita mulai bergerak untuk ikut menyelamatkan kerusakan ozon dalam bentuk apapun. Secara garis besar langkah yang mudah ditempuh untuk menekan meluas dan meningkatnya kerusakan ozon dan efek rumah kaca adalah dengan terus melakukan gerakan penghijauan.

Sumber : http://soerdjak.com

Analisis Kekuatan dan Kelemahan PT. Panasonic Gobel Indonesia

Kelebihan :
  • PT Panasonic (PT Nasional Gobel) adalah salah satu pemain utama di industri elektronika yang pantang menyerah menghadapi tantangan tersebut. Bahkan dalam kurun waktu satu tahun, mereka berhasil meraih memperbesar pangsa pasarnya dari 10% menjadi 13%. Pada tahun 2002, PT Panasonic mampu mencapai pertumbuhan sebesar 15%.
  • Di Indonesia, Panasonic memiliki sejarah yang sangat panjang dan melekat di hati semua rakyat Indonesia. Banyak manfaat yang di rasakan rakyat Indonesia dalam penggunaan produk - produk yang di keluarkan dari Perusahaan ini.
  • Sampai saat ini Panasonic di Indonesia tetap merupakan brand elektronik yang paling terkemuka dengan sederet produknya yang inovatif, mulai dari TV plasma, Kamera, AC, Kulkas, Mesin Cuci, dan lainnya.
  • Selain itu Panasonic sudah terkenal dimana-mana dan juga dari segi harga, kualitas, model produk, sangat cocok untuk masyarakat Indonesia.
Kekurangan :

Pada saat Krisis berkepanjangan yang melanda Indonesia juga memilki dampak bagi PT Panasonic. Ekspor PT Panasonic ke pasar utamanya yaitu Timur Tengah-- menurun dari 38% menjadi 27% dari total penjualannya. Pada saat yang sama, biaya produksi melambung karena naiknya harga bahan bakar, listrik dan telepon. Menurut estimasi National Gobel, biaya produksi meningkat 3 persen setiap tahunnya, dan hal ini tidak diimbangi oleh peningkatan daya beli konsumen.

Minggu, 21 Februari 2010

Kesesuaian visi dan misi Panasonic

1. Visi, Misi,dan Tujuan sebuah perusahaan ?

Visi dan Misi Panasonic Indonesia Group
















Visi
Panasonic Indonesia Group berupaya untuk menghasilkan produk elektronik dengan kualitas terbaik guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Misi
Panasonic Indonesia Group memiliki slogan Ideas For Life, yang mewakili misi kami dalam menyediakan produk-produk dan pelayanan berdasarkan ide-ide yang akan memperkaya gaya hidup dan membantu memajukan masyarakat.

Tujuan
Melalui ide-ide relevan, inovatif dan berharga ini, Panasonic Indonesia Group bertujuan untuk secara berkelanjutan memperkaya hidup dan memberikan kontribusi pada kesejahteraan masyarakat di seluruh dunia.

2. Apakah visi tersebut termasuk visi strategik?

Visi yang di miliki Panasonic Indonesia Group sudah termasuk visi yang strategic, karena visi yang di ungkapkan oleh Panasonic Indonesia Group tersebut mudah dipahami, dapat diterima oleh semua pihak (karyawan), serta mampu merefleksikan aspirasi manajemen dan memberikan gambaran yang jelas mengenai masa depan perusahaan.

3. Apakah pernyataan misi mampu menjawab pertanyaan “bagaimana mencapai visi?”

Pernyataan misi Panasonic Indonesia Group sudah mampu menjawab pertanyaan “bagaimana mencapai misi”.

4. Level-level Strategi Perusahaan.

Jumat, 27 November 2009

STUDI PERBANDINGAN PENGATURAN TENTANG CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DI BEBERAPA NEGARA DALAM UPAYA PERWUJUDAN PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE

BAB I PENDAHULUAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganilisis bagaimana perbandingan hukum tentang pengaturan corporate social responsibility di Negara Indonesia, Australia, dan Cina terhadap upaya perwujudan good corporate governance. Tujuan tersebut juga mengkerucut pada bagaimana faktor-faktor yang menjadi hambatan dalam pengaturan Corporate Social Responsibility di Indonesia dalam upaya perwujudan Good Corporate Governance.

BAB II LANDASAN TEORI

A. Tinjauan Umum Tentang Perusahaan dan Etika Bisnis
1. Tinjauan Umum Mengenai Perusahaan
Menurut rumusan Pasal 1 huruf (b) Undang-Undang Nomor 3Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan, dikemukakan bahwa: "Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus-menerus dan yang didirikan, bekerja serta berkedudukan dalam wilayah Negara Republik Indonesia, untuk tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba".
2. Tinjauan Umum Mengenai Etika Bisnis
Etika bisnis dapat dilihat sebagai suatu usaha untuk merumuskan dan menerapkan prinsip-prinsip dasar etika di bidang hubungan ekonomi antar manusia. Dapat juga dikatakan bahwa etika bisnis menyoroti segi-segi moral dalam hubungan antara berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan bisnis. Dalam hal ini, unsur yang tetap mendapat tempat penting adalah kritis dan rasional.

B. Tinjauan Umum Tentang Good Corporate Governance
Di Indonesia sendiri istilah GCG biasa diartikan sebagai tata kelola perusahaan yang baik. Dalam hal ini, GCG kemudian didefinisikan sebagai suatu pola hubungan, sistem, dan proses yang digunakan oleh organ perusahaan guna memberikan nilai tambah kepada pemegang saham secara berkesinambungan dalam jangka panjang, dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholder lainnya, dengan berlandaskan peraturan perundang-undangan dan norma yang berlaku.

C. Tinjauan Umum Tentang Corporate Social Responsibility
Kegiatan atau program Corporate Social Responsibility merupakan suatu bentuk solidaritas social perusahaan bagi masyarakat, sekaligus bermanfaat dalam membentuk citra perusahaan melalui publikasi yang tepat akan sangat membantu membangun menggalang kerjasama antara masyarakat dengan perusahaan. Misi untuk mencapai profitabilitas dan kesinambungan pertumbuhan dapat ditempatkan sejalan dengan tanggung jawab sosial perusahaan sehingga ada keselarasan antara kebutuhan masyarakat dan perusahaan untuk tumbuh bersama.

D. Tinjauan Umum Tentang Teori Stakeholder dan Legitimasi
1. Teori Stakeholder
Stakeholders yang biasa diartikan sebagai pemangku kepentingan adalah pihak atau kelompok yang berkepentingan, baik langsung maupun tidak langsung, terhadap eksistensi atau aktivitas perusahaan, dan karenanya kelompok tersebut mempengaruhi dan/ atau dipengaruhi oleh perusahaan.
2. Teori Legitimasi
Teori legitimasi didasarkan pada pengertian kontrak sosial yang diimplikasikan antara institusi sosial dan masyarakat. Teori tersebut dibutuhkan oleh institusi-institusi untuk mencapai tujuan agar kongruen dengan masyarakat luas. Teori legitimasi menganjurkan perusahaan untuk meyakinkan bahwa aktivitas dan kinerjanya dapat diterima oleh masyarakat. Perusahaan menggunakan laporan tahunan mereka untuk menggambarkan kesan tanggung jawab lingkungan, sehingga mereka diterima oleh masyarakat.

E. Tinjauan Umum Tentang Teori Hukum Responsif.
Menurutnya pencarian hukum responsif merupakan upaya terusmenerus yang dilakukan oleh teori hukum modern. Hukum responsive berusaha mengatasi dilema antara integritas dan keterbukaan, suatu institusi responsif mempertahankan secara kuat hal-hal yang esensial bagi integritasnya sembari tetap memperhatikan atau memperhitungkan keberadaan kekuatan-kekuatan baru di dalam lingkungannya.

BAB III METODE PENELITIAN
Berdasarkan jenisnya penelitian ini merupakan penelitian hukum normative atau doktrinal yang mengacu pada sumber data sekunder dan tersier sebagai data pendukungnya. Penelitian yang dilakukan ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif untuk memberikan data yang seteliti mungkin tentang manusia, keadaan atau gejala-gejala lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan untuk mengumpulkan dan menyusun data yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Dalam penulisan ini menggunakan logika deduksi yakni menarik kesimpulan dari suatu permasalahan yang bersifat umum terhadap permsalahan konkret yang dihadapi. Analisis data yaitu dengan Statute Approach (Pendekatan Perundang-undangan) dan dengan menggunakan perbandingan (Comparative Approach).

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian dan pembahasan yaitu dalam pola pengaturan mengenai Corporate Social Responsibility (CSR) dari setiap negara memang berbeda termasuk Indonesia, Australia, dan Cina. Bahkan dalam pengaturan CSR ditingkatan internasional masih berupa guidelines/standart dan sifat dari pedoman tersebut hanya sukarela, tidak ada hukum yang mengatur secara mengikat. Namun banyak negara-negara barat yang patuh dan mengadopsi prisnsip-prinsip tersebut karena melihat kondisi-kondisi perusahaan yang berdiri di negara-negara tersebut harus bertanggung jawab terhadap sosial dan lingkungan mereka.
Di Indonesia pengaturan CSR mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Pada awalnya pelaksanaan CSR yang bersifat sukarela menjadi sesuatu yang wajib yang diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Selain itu pengaturan yang diterapkan di negara Indonesia, Australia, dan Cina yang terbentuknya pun tidak terlepas dari adanya teori legitimasi, teori stakeholder dan teori hokum responsif. Hal tersebut digunakan untuk pelaksanaan pengaturan CSR di Indonesia agar terwujud program-program yang berkelanjutan (Sustainable Program) sebagai komitmen pemerintah dan pelaku usaha dalam menjalankan prinsip Good Corporate Governance.

Sumber :
TESIS
ROSITA CANDRA KIRANA
NIM : S320208008

UNIVERSITAS SEBELAS MARET
Tahun 2009

Senin, 26 Oktober 2009

Kasus Bank Century

Berbicara tentang kasus Bank Century tentunya menjadi bahan pembicaraan dan perdebatan yang seru. Bagaimana tidak, banyak misteri yang melingkupi kasus penyelamatan Bank Century. Karena Statement dari Menteri Keuangan Sri Mulyani dan persetujuan dari DPR sendiri berbeda. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah mengucurkan dana sebesar Rp6,7 triliun kepada Bank Century atas rekomendasi pemerintah dan Bank Indonesia. Padahal, dana yang disetujui DPR hanya sebesar Rp1,3 triliun. Sedangkan Menteri Keuangan Sri Mulyani berulang kali mengatakan pengucuran dana penyelamatan terhadap Bank Century yang terus berlanjut itu telah sesuai dengan peraturan.
Natsir Mansyur mensinyalir tindakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang juga Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) memberikan dana penyertaan ke Bank Century merupakan tindak pidana yang meliputi dua aspek yaitu politik serta hukum. "Jelas-jelas sudah dinyatakan sebagai bank gagal, kok masih diberi tambahan Rp 4,9 triliun. Ini sudah tindakan pidana," kata anggota Komisi XI DPR dari Partai Golkar itu.
Selain besarnya dana penyertaan, hal lain yang dipersoalkan kenapa Bank Century tak ditutup kabarnya ada nasabah besar yang dilindungi. Kabarnya, nasabah besar itu memiliki dana sekitar Rp 1 triliun hingga Rp 2 triliun. Harry Azhar, anggota Komisi XI DPR, menyebut nasabah besar itu antara lain Budi Sampoerna. Paman Putera Sampoerna, mantan pemilik PT H.M. Sampoerna itu disinyalir punya dana sebesar Rp 1,8 triliun di Century.
Robert sendiri selaku pemilik Bank Century sudah divonis penjara empat tahun serta denda Rp 50 miliar oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 10 September lalu. Vonis ini jauh lebih rendah dibanding tuntutan jaksa yakni delapan tahun penjara. Karena itu, Kejaksaan Agung langsung mengajukan banding atas putusan tersebut. Alasannya, majelis hakim hanya mengenakan pada satu dakwaan dari tiga dakwaan yang diajukan jaksa penuntut umum.
Tiga dakwaan tersebut pertama, Robert dianggap menyalahgunakan kewenangan memindahbukukan dan mencairkan dana deposito valas sebesar 18 juta dolar AS tanpa izin sang pemilik dana, Budi Sampoerna. Kedua, mengucurkan kredit kepada PT Wibowo Wadah Rejeki Rp 121 miliar dan PT Accent Investindo Rp 60 miliar. Pengucuran dana ini diduga tak sesuai prosedur. Dakwaan yang ketiga adalah melanggar letter of commitment dengan tidak mengembalikan surat-surat berharga Bank Century di luar negeri dan menambah modal bank. Perbuatan Robert dan pemegang saham lain berbuntut pada krisis Bank Century yang berujung pada pengucuran dana talangan Rp 6,7 triliun.
Pertanyaan yang amat mengganggu bukanlah pada alasan mengapa Bank Century harus diselamatkan. Namun, pada mengapa untuk sebuah bank yang menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani kecil dengan aset yang juga kecil harus dikucurkan dana yang begitu besar? Apalagi pemilik bank itu sedang terlibat kasus pidana penggelapan uang nasabah? Jadi tidak ada alasan yang tepat menurut saya untuk mengucurkan dana bailout kepada Bank Century, karena kasus tersebut terjadi akibat perbuatan pemilik bank tersebut. Dan yang harus bertanggung jawab, seharusnya pemilik bank itu. Masalahnya apakah semua kejahatan pidana pemilik bank harus ditanggulangi negara? Jawabannya hanya pemerintah yang tahu..

Senin, 12 Oktober 2009

8 KAP yang di bekukan

Menurut Menteri Keuangan menetapkan sanksi pembekuan atas izin usaha atas 8 Akuntan Publik (AP) dan Kantor Akuntan Publik (KAP). Atas dasar peraturan Menteri Keuangan No. 17/PMK.01/2008. KAP yang dibekukan diantaranya sebagai berikut:

1. AP Drs. Basyiruddin Nur dinyatakan belum memenuhi standar atas laporan keuangan konsolidasi PT Datascrip dan anak perusahaannya di tahun buku 2007.

2. AP Drs. Hans Burhanuddin Makarao dibekukan selama 3 bulan lantaran yang dibekukan belum memenuhi Standar Auditing (SA), Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) atas laporan keuangan klien mereka. Ia yang menangani laporan keuangan PT Samcon di tahun buku 2008. Laporan kedua AP ini dinilai Depkau berpotensi mempengaruhi laporan auditor independen.

3. AP Drs. Dadi Muchidin di karenakan tidak menyampaikan laporan tahunan KAP tahun takwin 2008.

4. KAP Drs. Dadi Muchidin di karenakan tidak menyampaikan laporan tahunan KAP tahun takwin.

5. KAP Matias Zakaria di karenakan tidak menyampaikan laporan tahunan KAP tahun takwin 2007 dan 2008.

6. KAP Drs.Soejono di karenakan tidak melapornya KAP atas tahun takwin, dengan jangka waktu yang lebih lama, terjadi sejak tahun 2005-2008.

7. KAP Drs. Abdul Azis B di karenakan tidak menyampaikan laporan tahunan KAP tahun takwin.

8. KAP Drs. M. Isjwara di karenakan tidak menyampaikan laporan tahunan KAP tahun takwin

Para KAP ini dicabut izin pembekuan selama 3 bulan, setelah sebelumnya dikenakan peringatan sebanyak 3 kali dalam jangka waktu 48 bulan terakhir dan sampai saat ini.

Sabtu, 10 Oktober 2009

Bubur Ayam dengan cita rasa yang beda, khas, unik, dan terjangkau cocok untuk berbisnis di sepanjang jalan Kelapa dua dan Margonda Depok

Kota Depok sudah menjadi kota yang ramai, berkembang dan strategis. Banyak fasilitas yang di bangun antara lain Perguruan Tinggi Negeri ataupun Swasta serta Pusat Perbelanjaan yang merajalela. Masyarakat pun banyak yang tertarik untuk berbisnis di daerah ini ataupun hanya sekedar sebagai pengunjung.
Sepanjang jalan Kelapa dua dan Margonda Depok banyak di hiasi dengan bisnis yang beraneka ragam.salah satu yang paling di gemari para pebisnis yaitu bisnis rumah makan ataupun Restoran makanan siap saji yang menyajikan menu andalan dan ciri khas-nya masing-masing. Para pemilik ataupun pengelola rumah makan tentunya berlomba lomba bersaing untuk menjadi pilihan serta unggulan di antara yang lain serta berusaha untuk mendapatkan keuntungan sesuai yang di harapkan.
Jika Anda tertarik dengan usaha rumah makan ini, tidak mudah tentunya untuk bersaing dengan rumah makan atau Restaurant yang ada. Anda harus mencari celah yang cocok untuk terjun kedalam bisnis ini. Masyarakat sudah tentu mengidam-idamkan Rumah Makan ataupun Restaurant yang menyajikan makanan yang mempunyai ciri khas tersendiri, unik, dan beda dari yang lain serta terjangkau harganya.
Anda tentunya pernah mendengar, bahkan mencicipi bubur ayam yang terkenal di daerah Jln. Gandaria Tengah III, Jakarta Selatan atau yang lebih di kenal Kedai Bubur Ayam Barito? Pernahkah terfikir oleh Anda, jika Anda mencoba bisnis Bubur Ayam seperti ini, sederhana dan mudah tentunya. Anda dapat mengaplikasikan resep yang ada di Kedai Bubur Ayam Barito ini untuk di Kedai Anda. Karena bubur ayam di sini cocok untuk lidah orang Indonesia. Buburnya pekat dan gurih. Rasanya yang memadukan rasa asin dan manis dengan komposisi yang seimbang, dan dengan taburan keju batangan plus daging ayam yang putih membuat bubur ayam ini akan semakin banyak di cari orang.
Lokasinya yang tepat, desain tempat yang menarik, dan harga yang terjangkau tentunya bisnis yang Anda rencanakan ini akan sukses. Jika Anda berminat tidak ada salahnya mencoba.

Minggu, 27 September 2009

Etika Auditor dalam menerima Bingkisan/Parcel

Para auditor, akuntan, serta pelaku bisnis lainnya menghadapi banyak dilema etika dalam karir bisnis mereka. Salah satu contoh ketika seorang auditor mendapatkan sebuah bingkisan atau parcel dari salah seorang klien.
Seperti diketahui, Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) yang melarang para pejabat negara dan PNS menerima bingkisan atau parcel. Menurut KPK, bingkisan atau parcel tersebut merupakan salah satu bentuk gratifikasi.
Selain seorang pejabat negara dan PNS, ketika seorang auditor menerima bingkisan atau parcel itu juga dapat dikatakan salah satu bentuk gratifikasi jika tujuan seorang klien tersebut buruk yakni meminta auditor untuk menerbitkan suatu pendapat wajar tanpa syarat ketika pendapat itu bukanlah pendapat yang tepat untuk diterbitkan. Karena hal tersebut dapat mengganggu independensi auditor dalam menjalankan tugas dan wewenang mereka.
Lain halnya ketika seorang klien memberikan bingkisan atau parcel kepada auditor dengan tujuan sebagai bentuk ucapan terima kasih yang tulus atas kerjasama yang baik. Hal itu tidak dapat dikatakan sebagai bentuk gratifikasi.
Jadi etika sebagai auditor yang baik dan menjaga independensi harus dapat menilai dan peka terhadap tujuan yang di inginkan klien.